Rabu, 03 November 2010

Tugas Kelompok Analisis Sistem Informasi


Nama : 1. Budi lukman Nul Hakim ( 30108441 )

2. Setiyo Kuncoro ( 31108811 )

3. Sodik Abidin ( 31108855 )

4. Widya Agus Budi P ( 32108037 )

5. Widy Septian ( 32108033 )

Kelas : 3 DB 11


Sistem Billing Rumah Sakit


Pada dasarnya sistem billing merupakan sistem pencatat dan pemonitor transaksi berbentuk software. Awalnya penciptanya hanya menciptakan sistem billing ini berbentuk software yang jika orang ingin memilikinya mereka haruslah membeli software tersebut dan kemudian menginstallnya ke komputer.

Tetapi kini, dengan adanya internet, kemudian software-software tersebut dapat di download melalui situs-situs yang disediakan. Ada bermacam-macam model sistem billing dengan kelebihan dan kekurangannya, ada juga yang gratis dan ada juga yang dikenai biaya. Untuk mendownload dengan aman agar hardisk tidak terkena bahaya virus, kita dapat menggunakan FDM (Free Download Manager), software ini bekerja membantu kita agar melakukan proses download di jalurnya.

Perangkat pendukung

Perangkat yang mereka butuhkan antara lain yaitu :

I. Perangkat Keras (Hardware)

  • Server, dengan spesifikasi minimum :
  • Processor Pentium II 300 Mhz
  • Memori 64 MB
  • Harddisk 3,2 GB
  • Workstation, dengan spesifikasi minimum :
  • Processor Pentium 166 Mhz
  • Memori 32 MB
  • Harddisk 2,1 GB

II. Perangkat Lunak (Software)

  • Microsoft WindowsNT Server 4.0
  • Microsoft Windows 98
  • Microsoft SQL Server 7.0
  • Program Billing System
  • PDR40606.0946.36

III. Sistem Jaringan Komputer Billing system merupakan aplikasi yang terintegrasi, sehingga komputer-komputer yang ada (server dan workstation) harus dihubungkan dengan menggunakan topologi star. Dengan sistem jaringan komputer ini operasional ataupun proses monitoring dapat dilakukan dari mana sesuai, sesuai hak akses masing-masing pengguna.

Perangkat yang terpenting dari semuanya adalah sumber daya manusia yang terampil dan disiplin dan juga jujur sehingga sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Kemampuan Sistem Billing

- Sistem Billing Rumah sakit

1. Pendaftaran

  • Mendata pasien baru dan memberikan nomor registrasi secara otomatis
  • Menerima pasien lama (kunjungan)
  • Mendata diagnosa awal penyakit pasien
  • menangani transaksi karcis
  • memberikan informasi data pasien, kondisi kamar serta tarif di rumah sakit
  • Tersedia print out karcis

2.Instalasi Rawat Jalan/Instalasi Penunjang (Laboratorium, Radiologi dll)

  • Menangani transaksi tindakan, pemakaian alat-alat kesehatan
  • Menampilkan tarif secara otomatis

3.Instalasi Rawat Darurat

  • Menangani transaksi tindakan, pemakaian alat-alat kesehatan
  • Menampilkan tarif secara otomatis

4.Instalasi Rawat Inap

  • Menangani transaksi tindakan, pemakaian alat-alat kesehatan
  • Menangani transaksi visite dan konsul
  • Menangani transaksi penggunaan tempat tidur
  • Menangani proses pindah kamar/ruangan/kelas
  • Menangani transaksi antar tempat layanan
  • Menangani transaksi pergantian paramedis
  • Menampilkan tarif secara otomatis

5.Pembayaran

  • Menangani pembayaran pasien (langsung lunas)
  • Menangani pembayaran pasien dengan mengangsur
  • Menangani pembayaran pasien dengan subsidi
  • Menangani pembayaran pasien dengan jaminan/ASKES
  • Tersedianya print out jenis transaksi dan tagihan pasien

6.Laporan

  • Menyajikan jenis transaksi dari tiap pasien termasuk rincian biaya
  • Menyajikan daftar kunjungan pasien serta histori penyakitnya
  • Menghitung dan menyajikan secara otomatis jasa medis
  • Menyajikan besar pendapatan, subsidi, jaminan, termasuk rincian penerimaan
  • Menyajikan laporan 10 penyakit terbanyak

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan sistem Biling

  • Memudahkan pemilik usaha untuk memanage segala transaksi yang terjadi
  • Pemakaiannya lebih praktis
  • Lebih menghemat dari segi pengeluaran, maksutnya dengan menggunakan sistem billing ini setiap usaha hanya perlu memperkerjakan satu orang operator untuk mengontrol segala aktivitas transaksi yang terjadi
  • Simpel dalam menggunakannya karena sudah dilengkapi fiture-fiture standard yang dibutuhkan

Kekurangan sistem billing

  • Software ini masih mudah di hack
  • Jika internet atau listik di sekitar sedang bermasalah, maka sistem ini pun akan ikut bermasalah, karena sistem ini benar-benar tergantung oleh internet dan juga listrik
  • Jika software masternya terkena virus dan seluruh datanya hilang sulit untuk mencari history back up-nya
  • Menurut para pengguna, sistem ini masih terdapat Bug, dan masih mudah dilumpuhkan. Olehkarena itu keamanan sistem ini belum terjamin sepenuhnya. Sebagai solusinya ada beberapa software yang telah mengeluarkan produk pengamannya seperti yang digunakan pada beberapa rumah sakit PPIM FKUB Malang.




Senin, 01 November 2010

Pengendalian dan Sistem Informasi Akuntansi

A. Ancaman – Ancaman Sistem Informasi Akuntansi

• Kehancuran karena bencana Alam dan Politik?

– Kebakaran atau panas berlebih (fire or excessive heat)

– Banjir (floods)

– Gempa bumi (earthquakes)

– Badai Angin (high winds)

– Peperangan (war)

• Error pada Software dan tidak berfungsinya peralatan?

– Kegagalan Hadrware

– Kesalahan atau kerusakan pada software

– Kegagalan sistem Operasi

– Gangguan dan Fluktuasi Listrik

– Kesalahan pengiriman data yg tidak terdeteksi

• Tindakan yang tidak disengaja?

– Kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia

– Kesalahan atau penghapusan karena ketidaktahuan

– Hilangnya atau salah letaknya data

– Kesalahan pada logika sistem

– System yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan atau tidak mampu menangani tugas yang diberikan.

• Tindakan sengaja (Kejahatan Komputer)

– Sabotase

– Penipuan melalui komputer

– Pencurian

B. Aktivitas – aktivitas Pengendalian

Internal Control adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang digunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan handal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

Prosedur-prosedur pengendalian khusus yang digunakan dalam sistem pengendalian internal dan pengendalian manajemen mungkin dikelompokkan menggunakan empat kelompok pengendalian internal berikut ini:
1. Pengendalian untuk Pencegahan, Pengendalian untuk Pemeriksaan, dan Pengendalian Korektif
2. Pengendalian umum dan Pengendalian aplikasi
3. Pengendalian Administrasi dan Pengendalian Akuntansi
4. Pengendalian Input, proses, dan output

Komponen pertama dari model Pengendalian internal COSO adalah : lingkungan Pengendalian. Lingkungan Pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini :
1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
3. Struktur organisasional
4. Badan audit dewan komisaris
5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
6. Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia
7.Pengaruh-pengaruh eksternal

Komponen kedua dari model Pengendalian internal COSO adalah kegiatan-kegiatan Pengendalian. Secara umum, prosedur-prosedur Pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini :
1. Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
2. Pemisahan tugas
3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai
5. Pemeriksaan independen atas kinerja

Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting :

1. Pengendalian untuk pencegahan,mencegah timbulnya suatu masalah sebelum

mereka muncul

2. Pengendalian untuk pemeriksaan, dibutuhkan untuk mengungkap masalah begitu

masalah tersebut muncul

3. Pengendalian untuk korektif, memecahkan masalah yang ditemukan oleh

pengendalian untuk pemeriksaan

C. Penilaian Resiko

Komponen ketiga dari model Pengendalian internal COSO adalah Penilaian resiko. Perusahaan menghadapi jenis-jenis ancaman berikut ini :
• strategis — melakukan hal yang salah
• Operasional
─ melakukan hal yang benar, tetapi dengan cara yang salah
• Keuangan — adanya kerugian sumber daya keuangan, pemborosan, pencurian atau

pembuatan kewajiban yang tidak tepat
• informasi — menerima informasi yang salah atau tidak relevan, system yang tidak andal, dan

laporan yang tidak benar atau menyesatkan
Perusahaan yang menerapkan system EDI harus mengidentifikasi ancaman-ancaman yang akan dihadapi oleh sistem tersebut, yaitu :
• Pemilihan teknologi yang tidak sesuai
• Akses sistem yang tidak diotorisasi
• Penyadapan transmisi data
• Hilangnya integritas data
• Transaksi yang tidak lengkap
• Kegagalan sistem
• System yang tidak kompatibel

D. Informasi dan Komunikasi

Komponen keempat dari model pengendalian internal COSO adalah informasi dan komunikasi . Akuntan harus memahami berikut ini :
• Bagaimana transaksi diawali
• Bagaimana data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin atau data diubah dari

dokumen sumber ke bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
• Bagaimana file komputer diakses dan diperbarui
• Bagaimana data diproses untuk mempersiapkan sebuahinformasi
• Bagaimana informasidilaporkan

http://webdosen.budiluhur.ac.id/dosen/020004/Slide%20SIA%20FE%20Roxy.ppt

http://henmedya.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20309/Tayangan+SIA-M5.pdf

Senin, 04 Oktober 2010

E-BUSINESS

E-business

Pengertian e-business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Penggunaan sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau e-commerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan.

E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

Pembagian E-Bisnis

E-BUSINESS dibagi menjadi 4 bagian :

Customer Relationship Management (CRM) :

Ø sistem kustomisasi real time yang memanajemen kustomer dan melakukan personalisasi produk dan servis berdasarkan keinginan customer atau menyangkut hubungan antara perusahaan dengan konsumen yang meliputi : Sales, pemasaran, data-data penjualan dan pelayanan, anggapan dari konsumen.

Ø Enterprise Resource Planning (ERP) :

sistem informasi pendukung e-business, yang menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM, marketing, warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan otomatisasi proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam-internal perusahaan tersebut, yang meliputi : Production planning, integrated logistics, Accounting and Finance, Human Resource, Sales and distribution, order management.

Ø Enterprise Aplication Program (EAI) :

merupakan konsep integrasi berbagai proses bisnis dengan memperbolehkan mereka saling bertukar data berbasis message. EAI berfungsi sebagai penghubung ERP dengan SCM atau ERP dengan CRM.

Ø Supply Chain Management (SCM) :

manajemen rantai supply secara otomatis terkomputerisasi.

SCM menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier.

Tujuan dan Manfaat Implementasi E-Bisnis

Tujuan implementasi e-bisnis adalah untuk mendukung efisiensi dan integritas pengelolaan data Sumber Daya Manusia, Keuangan, Supply Chain Management/Logistic Management. Selain itu berfungsi sebagai sarana komunikasi dan informasi bagi public dan stakeholders lainnya. Dengan berbasiskan internet, sistem ini dapat diakses dimana saja sesuai dengan hak akses yang telah ditentukan. Manfaat implementasi e-bisnis adalah :

Ø Meningkatkan kinerja operasional perusahaan.

Ø Meningkatkan peluang akses ke pasar, pemasok dan pendanaan yang sangat luas.

Ø Meningkatkan efisiensi perusahaan.

Ø Mempermudah pengelolaan asset perusahaan.

Ø Meningkatkan kualitas layanan terhadap pelanggan.

Ø Meningkatkan komunikasi seluruh stakeholders.

Ø Mengatasi kesenjangan digital.

Ø Media mempromosikan kompetensi perusahaan.

Ø Memperlancar transaksi bisnis.

Ø Sarana penyebaran informasi secara luas.

Manfaat E-Bisnis bagi perusahaan, customer dan masyarakat

a. Bagi Perusahaan

Ø Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga perusahaan bias menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik dan menjamin relasi dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok.

Ø Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan dan mengakses informasi berbasis kertas (paperbased information).

Ø Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi.

Ø Menekan biaya persediaan dan overhead dengan cara memfasilitasi manajemen rantai nilai bertipe “pull”, yang prosesnya berawal dari pesanan pelanggan dan menggunakan pemanufakturan just-intime (JIT).

Ø Memungkinkan perusahaan untuk menerapkan mass customization terhadap produk dan jasanya.

Ø Menekan waktu antara pemabyaran dan penerimaan produk/jasa.

Ø Meningkatkan prouktifitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.

Ø Menekan biaya telekomunikasi.

Ø Manfaat-manfaat lainnya, seperti citra yang lebih baik, layanan pelanggan yang lebih bagus, proses yang lebih sederhana, mitra bisnis yang baru, waktu siklus dan pengiriman yang lebih murah dan fleksibilitas yang lebih tinggi.

Ø Fenomena jejaring (internetworking) memaksa perusahaan untuk bekerjasama dengan berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau jasa secara kompetitif, sehingga control kualitas, harga dan kecepatan penciptaan sebuah produk atau jasa kerap sangat ditentukan oleh faktor-faktor luar yang tidak berada di dalam control perusahaan.

b. Bagi Customer

Ø Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap saat (24 jam sehari) dan dari hampir semua lokasi.

Ø Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan. Memungkinkan konsumen dalam mendaptakan produk dann jasa yang lebihmurah, karena konsumen biasa berbelanja di banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.

Ø Dalam beberapa kasus, terutama produk yang terdigitalisasi, e-business memungkinkan pengiriman produk secara cepat dan real-time.

Ø Memungkinkan pelanggan untuk berpartisipasi dalam lelang virtual.

Ø Memungkinkan pelanggan berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam electronic communities dan saling bertukar gagasan serta pengalaman.

Ø Memfasilitasi kompetisi yang mengarah pada diskon substansial bagi pelanggan.

c. Bagi Masyarakat Luas

Ø Memungkinkan lebih banyak orang bekerja di rumah dan lebih jarang bepergian untuk berbelanja, sehingga kemacetan dan polusi udara bisa berkurang.

Ø Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga murah, sehingga bias terjangkau oleh orang yang kurang mampu.

Ø Memungkinkan masyarakat di negara berkembang dan kawasan pedalaman menikmati produk dan jasa yang relatif langka di tempat tinggalnya, termasuk di dalamnya belajar jarak jauh lewat university.

Ø Memfasilitasi penyampaian jasa publik, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi layanan social pemerintah secara lebih murah dan/atau berkualitas.

Empat Tahap Evolusi e-Business

1. Tahap Inform Pada tahap awal ini, yang terjadi adalah adanya unit-unit kecil di dalam perusahaan yang mulai mencoba membangun program-program kecil (software) berbasis internet.

2. Tahap Automate Tahap berikutnya adalah mencoba untuk mengintegrasikan beberapa unit di dalam perusahaan yang masing-masing telah mengimplementasikan konsep kecil e-business. Yang menjadi dasar penggabungan modul-modul ini biasanya adalah sebuah rangkaian proses yang saling berhubungan.

3. Tahap Integrate Tahap selanjutnya dari pengembangan aplikasi e-business adalah mengintegrasikan proses bisnis perusahaan dengan perusahaan atau entiti-entiti lain yang ada di luar perusahaan.

4. Tahap Reinvent Tahap terakhir di dalam evolusi dapat secara efektif diimplementasikan jika ada perubahan paradigma mendasar dari manajemen perusahaan, terutama yang berkaitan dengan cara mereka melihat bisnis yang ada.

Security Dalam E-Business

Security Beberapa metode pengamanan data dalam transaksi E-Commerce dan E-Bussines yaitu Kriptografi Public Key yang merupakan sistem asimetris (tidak simetris) menggunakan beberapa key untuk pengenkripsian yaitu public key untuk enkripsi data dan private key untuk dekripsi data.

Kategori E-Bisnis.

Jenis E-Bisnis Karakteristik

Ø B2C (Bussiness to Consumers) Anatara organisasi dengan perorangan.

· Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil.

· Transaksi tidak sering terjadi.

· Secara relatif sederhana.

Ø B2B (Bussiness to Bussiness)

Ø B2G (Bussiness to Government)

Ø B2E (Bussiness to Education)

· Antar organisasi

· Nilai uang yang dilibatkan lebih besar

· Hubungan yang kuat dan berkelnjutan

· Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan

· Lebih kompleks

Pengaruh E-Bisnis Atas Aktivitas-aktivitas Rantai Nilai

· Rantai Nilai-Aktivitas Utama Peluang E-Bussiness

· Logistik lingkar dalam

· Akuisisiproduk yang dapat digitalkan

· Pengurangan persediaan penyangga

· Operasi

· Produksi yang lebih cepat, lebih akurat

· Logistik lingkar luar

· Distribusi produk yang dapat digitalkan

· Pelacakan status berkelanjutan

· Penjualan dan pemasaran

· Peningkatan pelayanan ke pelanggan

· Pengurangan biaya iklan

· Periklanan dengan lebih efektif

· Pelayanan dan dukungan purna jual

· Mengurangi biaya

Faktor-faktor keberhasilan E-Bussiness

Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business :

· Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.

· Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu : Validitas, Integritas, dan Privasi.

Sistem Akuntansi Informasi

Apakah anda atau organisasi manapun, akan memproduksi suatu informasi jika perkiraan biayanya melebihi manfaatnya ?

Menurut saya , saya akan menghentikan produksinya. Karena Sistem produksi merupakan sistem integral yang mempunyai komponen struktural dan fungsional. Jadi di dalam fungsional itu sendiri sesuatu yang di cari konsumen pada umunya akan di liat dari segi manfaatnya. Sehingga biaya yang melebehi manfaatnya akan mengurangi minat konsumen. Dan dalam hal ini jika produksi dilakukan akan megurangi profit atau dapat merugikan perusahaan. Karna setiap orang atau pun konsumen ,lebih membutuhkan apa manfaat dan keuntungan bagi mereka untuk pengembangan atau sesuatu manfaat yg dia butuhkan masing – masing.

Contoh Organisasi tersebut :

Organisai Industri Teknologi, seperti pembuatan Laptop atau Notebook. Dalam hal ini perusahaan memproduksi berbagai Spesifikasi suatu produk. Dan setiap produk mempunyai spesifikasi dan manfaat masing – masing. Dalam hal ini biasanya konsumen memilih spesifikasi atau manfaat – manfaat yang lebih dari pada harus memilih biaya yang melebihi manfaatnya. Jadi dalam setiap kemungkinan konsumen pada umumnya akan memilih produk yang spesifikasinya lebih tinggi atau manfaat yang lebih sebagai fasilitasnya. Dalam keuntungan market itu sendiri, makin luas manfaat yang di hasilkan akan semakin banyak konsumen akan melirik dan mengenal produk itu sendiri sehingga tertarik dan meningkatkan market penjualan suatu produk itu sendiri. Dan sebaliknya jika biayanya melebihi dari manfaatnya, maka market sebuah produk akan sulit dan tidak di prioritaskan dalam suatu kebutuhan konsumen itu sendiri sehingga mengurangi market penjualannya dan dapat merugikan perusahaan itu sendiri.