Sabtu, 25 September 2010

SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT SUKU CADANG PADA P.T. ASTRA INTERNATIONAL TBK.HSO CABANG SEMARANG

SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT SUKU CADANG PADA P.T. ASTRA INTERNATIONAL TBK.HSO CABANG SEMARANG.

A. PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Penjualan dari suatu produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan salah satu faktor penentu dalam kegiatan operasional perusahaan. Kondisi tersebut akan memotivasi perusahaan dalam melakukan penjualan dan pelaksanaan sistem akuntansi yang baik dalam usaha peningkatan pendapatan yang berasal dari penjualan sehingga pengawasan harus dilakukan secara teliti karena posisi pendapatan sangat menentukan dalam kinerja suatu

perusahaan.

Pelaksanaan sistem akuntansi penjualan kredit dimaksudkan untuk mengetahui laba perusahaan yang optimal. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara mengatur strategi penjualan serta upaya dalam menghadapi persaingan untuk menarik minat para pelanggan. Semakin besar suatu perusahaan dan semakin banyak volume transaksi yang terjadi, pengawasan tidak mungkin lagi dilakukan secara efektif dengan pancaindra semata dan sebagai pelengkapnya dilakukan mekanisme sistem akuntansi (Marom, 2002: 2)

Sistem akuntansi penjualan kredit yang ada dalam perusahaan dirancang untuk menangani transaksi penjualan kredit atas suatu produk yang dihasilkan. Dalam sistem akuntansi ini, dilakukan pemisahan fungsi untuk setiap transaksi penjualan kredit, seperti pemisahan fungsi penjualan terpisah dari fungsi kredit dan fungsi penjualan terpisah dari fungsi gudang. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan dalam pencatatan atas penjualan seperti kecurangan pencatatan kuantitas yang dijual dalam faktur penjualan. Dengan adanya pemisahan fungsi tersebut, maka kedua fungsi akan saling mengecek dari pembukuan atas transaksi penjualan dan untuk menghindari kecurangan dalam pengeluaran jumlah barang, atas barang yang dijual dengan barang yang dikeluarkan oleh gudang. Karena penjualan merupakan hal yang sangat penting mengingat tujuan utama dari perusahaan adalah memperoleh keuntungan.

Peranan sistem akuntansi penjualan kredit dalam aktivitas bisnis sangatlah penting untuk menangani kegiatan operasional perusahaan guna memenuhi kebutuhan manajemen dan untuk kepentingan pengambilan keputusan. Setiap sistem akuntansi dirancang untuk memberikan penguasaan yang memadai guna menjamin semua transaksi telah dicatat, diotorisasi secara tepat, valid, akurat, dan dapat melindungi aktivitas perusahaan yang efektif dan efisien (Krismiaji, 2002). Penjualan kredit merupakan elemen pendukung operasional yang berperan besar terhadap kelancaran operasional perusahaan P.T. ASTRA INTERNATIONAL Tbk. HSO Cabang Semarang (yang selanjutnya disebut Astra Semarang) lebih banyak melakukan transaksi penjualan kredit suku cadang kurang lebih 491pelanggan yang tersebar di wilayah Jateng (Part Departemen, Juni 2006). Pelaksanaan sistem akuntansi penjualan kredit diawali dengan menerima order suku cadang via telpon, facsimile ataupun Salesman. Order tersebut diproses oleh fungsi Administrasi Penjualan setelah barang tersedia dan siap dikirim, baru kemudian tercetak Faktur Suku Cadang (Indirect) sebagai bukti transaksi penjualan kredit suku cadang. Dokumen dibuat rangkap empat dan diotorisasi oleh fungsi AR Part Controller sepengetahuan Administration and Finance Head. Dengan tembusan Faktur Suku Cadang (Indirect) lembar dua (warna kuning) dan Surat Jalan lembar keempat (warna biru) dari fungsi Gudang, barang dikirim ke pelanggan. Setiap kuantitas penjualan kredit kepada pelanggan mendapatkan diskon sesuai kode barang dan kuantitas barang dengan jangka waktu pembayaran yang telah ditentukan. Jika suatu ketika terjadi komplain (retur atau salah harga/diskon), maka pelanggan dapat menunjukan tembusan faktur tersebut kepada Salesman untuk dikonfirmasikan ke fungsi Administrasi Penjualan untuk diproses dan akan diterima oleh fungsi Gudang untuk

dikembalikan ke posisi semula baru kemudian tercetak Koreksi Faktur Suku Cadang (Indirect) sebagai bukti terjadinya retur. Namun, pelaksanaan transaksi penjualan kredit suku cadang yang ditangani oleh Part Departement, bagian Gudang, bagian Ekspedisi dan Finance Department terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Pesanan barang yang sudah diproses dan di pack diharapkan terkirim ke pelanggan tepat pada waktunya, namun pada kenyataannya ± 5% (kurang lebih 18 pelanggan dari 500 pelanggan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah) barang telat dikirim sehingga terjadi komplen oleh pelanggan (Part Department, Juni 2006).

Astra Semarang yang bergerak dalam bidang otomotif merupakan perusahaan public yang tidak hanya profit oriented tapi bonafit oriented, sedapat mungkin meminimalisasi hal-hal buruk akibat pengiriman barang yang telat. Pengiriman barang yang telat dapat berakibat terhadap tingkat kepercayaan pelanggan perusahaan menurun, sehingga berdampak pada menurunnya omset penjualan kredit. Semakin menurun volume penjualan maka laba perusahaan pun menurun. Apabila hal ini tidak segera ditanggulangi maka akan dapat merugikan perusahaan. Dari penelitian yang berjudul “SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT SUKU CADANG PADA P.T. ASTRAINTERNASIONAL, TBK. HSO CABANG SEMARANG” ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang sistem akuntansi penjualan kredit suku cadang sebab semakin kompleknya transaksi penjualan kredit, maka perusahaan memerlukan pengawasan yang memadai dan sebagai pelengkapnya dilakukan mekanisme sistem.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang uraian diatas, perumusan masalah dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penjualan kredit suku

cadang pada Astra Semarang

2) Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan kredit suku

cadang pada Astra Semarang

3) Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan kredit

suku cadang pada Astra Semarang

4) Prosedur-prosedur yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan kredit

suku cadang pada Astra Semarang

B. Tujuan dan Manfaat

Tujuan

Tujuan penelitian di adalah ingin mengetahui:

1) Fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penjualan kredit suku

cadang pada Asta Semarang.

2) Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan

kredit suku cadang pada Astra Semarang.

3) Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan kredit

suku cadang pada Astra Semarang.

4) Jaringan prosedur yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan kredit

pada Astra Semarang.

Manfaat

Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihakpihak

yang berkepentingan, yaitu :

1) Bagi penulis

Menambah pengetahuan dan wawasan sistem akuntansi penjualan kredit,

sehingga dapat digunakan sebagai bekal agar kelak nanti dapat menerapkan

kombinasi yang tepat antara teori dan keadaan yang sebenarnya.

2) Bagi perguruan tinggi

Dapat menambah kepustakaan dan dapat memberikan masukan dibidang

akuntansi.

3) Bagi Perusahaan

Bagi Perusahaan Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dibidang

akuntansi bagi perusahaan, khususnya sistem akutansi penjualan kredit suku

cadang pada Astra Semarang.

Tujuan Sistem Akuntansi

Sesuai dengan pengertian akuntansi, maka secara umum tujuan

pengembangan sistem akuntansi adalah menurut ( Mulyadi, 2001: 19-20 ) adalah

sebagai berikut :

1) Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan usaha baru.

2) Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada,

baik mengenai mutu, ketetapan penyajian, maupun struktur informasinya.

3) Untuk menghargai pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu

untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan

untuk menyediakan catatan lengkap, mengenai pertanggungjawaban dan

perlindungan kekayaan perusahaan.

4) Untuk mengurangi biaya klerikal dalam menyelenggarakan catatan akutansi.

Unsur-unsur Pokok Sistem Akuntansi

1) Formulir

Formulir merupakan secarik kertas yang memiliki ruang untuk disajikan dan

formulir yang merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya

transaksi. Dengan formulir ini data yang bersangkutan dengan transaksi direkam

pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan. ( Mulyadi, 2001: 92 ).

2) Jurnal

Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang

digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Karena jurnal

merupakan catatan akuntansi yang diselenggarakan dalam proses akuntansi, maka

dalam sistem akuntansi jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak

terjadi satu transaksipun yang tidak dicatat, catatan yang dilakukan didalamnya

lengkap dengan penjelasan tanggal dan informasi lain, agar catatan tersebut

mudah untuk usut kembali ke dokumen sumbernya (Mulyadi, 2001: 4 ).

3) Buku Besar dan Buku Pembantu

Buku Besar (General ladger) merupakan kumpulan rekening-rekening yang

digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam

jurnal. Rekening-rekening dalam buku besar ini, disediakan sesuai dengan unsurunsur

informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening buku

besar ini, di satu pihak dapat dipandang sebagai wadah untuk mengelompokan

data keuangan, di pihak lain dapat dipandang sebagai sumber informasi keuangan

untuk menyajikan laporan keuangan. Buku Pembantu (Subsidiary Ladger)

merupakan suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada

dalam buku besar.

Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (Books

of Final Entry), yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain setelah data

akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku

pembantu. Disebut catatan akuntansi akhir karena setelah data akuntansi

selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan bukan pencatatan lagi kedalam

catatan akuntansi. ( Mulyadi, 2001 : 4-5 ).

4) Laporan

Laporan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang dapat berupa neraca,

laporan laba ditahan atau laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan

arus kas laporan penjualan barang, laporan harga pokok produksi, laporan biaya

pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umur piutang, daftar utang yang

akan dibayar, daftar saldo persediaan yang lambat penjualannya dan sebagainya.

Laporan berisi informasi yang merupakan keluaran dari sistem akuntansi. Laporan

dapat berbentuk hasil cetak komputer dan tayangan pada layar monitor komputer.

(Mulyadi, 2001 : 5 ).

Penjualan Kredit

Penjualan adalah penjualan barang dagangan sebagai usaha pokok

perusahaan dan biasanya dilakukan secara teratur (Marom, 2002: 28). Penjualan

kredit adalah penjualan yang pembayarannya dilakukan beberapa kali angsuran

menurut perjanjian ( Jusup, 2001 :177 ). Dari pengertian-pengertian diatas dapat

ditarik kesimpulan bahwa penjualan kredit adalah suatu usaha pokok perusahaan

secara tidak tunai yang pembayarannya dilakukan dalam beberapa kali angsuran

menurut perjanjian dan secara teratur.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem akuntansi

penjualan kredit adalah suatu kesatuan yang melibatkan bagian-bagian yang saling

terkait yang meliputi prosedur-prosedur penawaran dan pengiriman barang atau

jasa, yang penagihan serta penerimaan yang dilakukan dalam beberapa kali. Agar

suatu perusahaan dapat beroperasi dan menguntungkan maka harga jual barang

harus lebih tinggi dari harga belinya. (Jusup, 2001: 326). Harga jual yang

menguntungkan harus meliputi tiga hal yaitu:

1) Harga pokok barang yang dijual.

2) Biaya operasional perusahaan, seperti biaya sewa, biaya gaji pegawai, biaya

asuransi dan sebagainya.

3) Laba bersih yang diinginkan perusahaan.

Deskripsi Sistem Akuntansi Penjualan Kredit

Sistem akuntansi penjualan kredit yaitu penjualan yang pembayarannya

dilakukan setelah penyerahan barang dengan jangka waktu yang telah ditentukan

atau telah disepakati kedua belah pihak. Adapun pokok bahasan yang dibahas

dalam penjualan kredit meliputi: fungsi-fungsi yang terkait, dokumen yang

digunakan, catatan akuntansi yang digunakan, prosedur-prosedur yang digunakan

dari sistem penjualan kredit, dan pengendalian.

Fungsi-fungsi yang Terkait dalam Prosedur Penjualan Kredit

Fungsi-fungsi yang terkait dalam proses penjualan kredit adalah

(Mulyadi, 2001: 211-213 ):

1) Fungsi Kredit

Fungsi ini bertanggungjawab untuk meneliti kasus kredit pelanggan dan

memberikan otorisasi pemberian kredit kepada pelanggan. Sebelum order

dari pelanggan dipenuhi harus terlebih dahulu diperoleh otorisasi

penjualan kredit dari fungsi kredit, jika penolakan pemberian kredit sering

terjadi, pengecekan status kredit perlu dilakukan sebelum fungsi penjualan

mengisi Surat Order Pengiriman. Untuk mempercepat pelayanan kepada

pelanggan, Surat Order Pengiriman dikirim langsung ke fungsi

pengiriman sebelum fungsi penjualan memperoleh otorisasi kredit dari

fungsi kredit.

2) Fungsi Gudang

Dalam transaksi penjualan kredit fungsi ini bertanggung jawab untuk

menyimpan barang yang dipesan oleh pelanggan, serta menyerahkan

barang ke fungsi pengiriman.

3) Fungsi Pengiriman

Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyerahkan barang atas dasar Surat

Order Pengiriman yang diterima fungsi penjualan, serta menjamin bahwa

tidak ada barang yang keluar dari perusahaan tanpa otorisasi dari pihak

yang berwenang. Otorisasi ini dapat berupa Surat Order Pengiriman yang

telah ditandatangani oleh fungsi penjualan.

4) Fungsi Penagihan

Fungsi ini bertanggung jawab untuk membuat atau mengirimkan faktur

penjualan kepada pelanggan, serta menyediakan copy faktur bagi

kepentingan pencatatan transaksi penjualan oleh fungsi akuntansi.

5) Fungsi Akuntansi

Fungsi ini bertanggungjawab untuk mencatat piutang yang timbul dari

transaksi penjualan kredit didalam jurnal penjualan dan membuat serta

mengirimkan pernyataan piutang kepada debitur, serta membuat laporan

penjualan dan mencatat harga pokok persediaan yang dijual kedalam kartu

persediaan.

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh

peneliti untuk mengumpulkan data, diantaranya adalah sebagai berikut :

1) Observasi

Observasi, yaitu kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan

menggunakan seluruh alat indera (Arikunto, 2002: 133). Metode ini digunakan

untuk mengamati kegiatan klerikel di Astra Semarang terkait dengan objek kajian,

diantaranya : penanganan distribusi konsumen, pengotorisasian, entry data,dan

pencetakan dokumen.

2) Interview (Wawancara)

Wawancara menurut Arikunto (2002: 132) adalah sebuah dialog yang dilakukan

oleh pewawancara (Interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.

Metode ini digunakan untuk mendapatkan data pendukung terkait dengan objek

kajian, diantaranya: gambaran umum penjualan kredit serta sistem operasional

perusahaan.

3) Dokumentasi

Dokumentasi, yaitu peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku,

majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan

sebagainya yang ada hubunganya dengan objek yang diperhatikan (Arikunto,

2002: 135). Dalam metode ini digunakan untuk mengetahui harga jual, syarat

penjualan kredit, syarat pengangkutan dan potongan penjualan suku cadang.

Teknik Analisis Data

Data yang terkumpul dari hasil pengumpulan data, perlu segera dikerjakan oleh

peneliti (Arikunto, 1998: 240). Teknik yang digunakan dalam menganalisis data

guna penulisan Tugas Akhir ini adalah bersifat deskriptif kualitatif, yaitu analisis

yang berwujud keterangan uraian yang menggambarkan objek penelitian pada saat

ini berdasarkan fakta-fakta yang ada, yang digambarkan dengan kata-kata atau

kalimat dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Untuk

dapat mencapai penelitian sesuai dengan harapan dalam penyusunan Tugas Akhir

ini dan untuk memperoleh suatu kesimpulan, maka data yang terkumpul akan

dianalisis dengan analisis kualitatif dengan langkah-langkah sebagai berikut :

memeriksa dan meneliti data-data yang terkumpul untuk menjamin apakah data

tersebut dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya, mengotorisasikan datadata

yang disesuaikan dengan criteria dan hal-hal yang diperlukan dalam suatu

pendataan. Penyajian data penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif

atau developmental, yaitu dengan menggambarkan kenyataan-kenyataan yang

terjadi bersifat umum dan kemungkinan masalah yang dihadapi serta solusinya.

29

Fungsi-fungsi yang Terkait dalam Sistem Akuntansi Penjualan Kredit

Suku Cadang pada ASTRA Semarang

1) Fungsi Administrasi Penjualan

Fungsi ini melayani order penjualan kredit dari pelanggan di bawah

pengawasan Part Departement Head. Fungsi ini membuat faktur rangkap

empat setelah mendapat pesanan dari pelanggan.

2) Fungsi Gudang

Setelah fungsi penjualan menerima order, bagian gudang menyiapkan

barangnya. Setelah barang siap diantar, kepala gudang menerbitkan surat jalan

dan packling list kemudian barang beserta tembusan surat jalan dan tembusan

packing lisi diberikan ke fungsi Ekspedisi untuk dikirim ke pelanggan.

3) Fungsi Ekspedisi

Fungsi ini bertugas mengirimkan barang ke pelanggan setelah barang dipack

dan siap diantar dengan membawa surat jalan, faktur suku cadangke-2 dan

packing list.

30

4) Fungsi Accounting

Fungsi ini mencatat penjualan kredit suku cadang. Fungsi ini menerima

tembusan faktur suku cadang lembar ke-3 untuk entry data dan diproses oleh

SAP ke jurnal penjualan.

5) Fungsi Salesman

Fungsi ini bertugas mencari pelanggan dan membuat daftar pesanan pada

bagian penjualan.

6) Fungsi AR Part Controller

Fungsi ini mengotorisasi penjualan kredit dan mengotrol kartu piutang (Aging

Schedule Part Details).

7) Fungsi Administrasi Cabang

Fungsi ini untuk mengarsipkan faktur penjualan (Faktur Suku Cadang

(Indiredct)).

8) Fungsi Inventory Part

Fungsi ini mengontrol persediaan suku cadang.

Prosedur-prosedur yang Digunakann dalam Sistem Akuntansi Penjualan

Kredit Suku Cadang pada Astra Semarang

1) Prosedur Order Penjualan Suku Cadang

Dalam prosedur ini, fungsi Administrasi Penjualan menerima order dari

pelanggan dan menambahkan informasi penting sebelum Faktur Suku Cadang

tercetak dan mengirimkannya ke berbagai fungsi lain untuk memungkinkan

fungsi tersebut memberikan kontribusi dalam melayani order pelanggan.

35

2) Prosedur Persetujuan Kredit

Dalam prosedur ini, fungsi AR Part Controller memberikan otorisasi

persetujuan kredit dengan membubuhkan tanda tangan pada Faktur Suku

Cadang dan hanya pelanggan yang telah terikat kontrak dengan perusahaan

saja yang dapat melakukan transaksi kredit.

3) Prosedur Pengiriman Barang

Dalam prosedur ini, fungsi Gudang menyiapkan barang dipesan dan fungsi

Ekspedisi mengirimkan barang ke pelanggan sesuai dengan informasi yang

tercantum dalam Faktur Suku Cadang, Packing List dan Surat Jalan. Pada saat

penyerahan barang, fungsi Ekspedisi meminta tanda tangan dari pelanggan di

atas Surat Jalan sebagai bukti bahwa barang telah diterima.

4) Prosedur Pencatatan Piutang Suku Cadang

Dalam prosedur ini, pencatatan kredit terbentuk secara otomatis ke Aging

Schedule Part Details di bawah kendali fungsi AR Part Controller dan fungsi

Accounting mencatat transaksi penjualan kredit suku cadang ke dalam jurnal

penjualan berdasarkan Faktur Suku Cadang.

5) Prosedur Distribusi Penjualan Kredit Suku Cadang.

Karena dalam prosedur ini perusahan telah komputerisasi dengan SAP, maka

cukup praktis untuk memperoleh informasi berupa ringkasan penjualan yang

terbentuk baik total maupun untuk pelanggan tertentu hanya dengan Password.


Berikut FLOWCHART :



Minggu, 29 November 2009

TUGAS 3

1. Jelaskan evolusi dari Computer Based Information System ???

A. Pengertian CBIS
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut. Data Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi. Informasi Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan. Sistem Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut. Sistem Informasi Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,system informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Berbasis Komputer Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

Sub Sistem dari Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sub sistem dari CBIS adalah :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office)
5. Sistem Pakar


2. Jelaskan manfaat dan kendala yang dapat diantisipasi dari E-Commerce

E-Commerce (electronic commerce) merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat seiring dengan kehadiran internet dalam kehidupan kita.Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan. E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:

· Business to business (B2B): Bisnis antara perusahaan dengan perusahaan lain

· Business to consumer (B2C): Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi

· Consumer to consumer (C2C): Sifatnya lelang (auction)

· Government: G2G, G2B, G2C :melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat

MANFAAT DAN KENDALA E-COMMERCE

Manfaat yang diantisipasi dari Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik:

  1. Pelayanan pelanggan yang lebih baik.
  2. Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik.
  3. Pengembangan atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat.
  4. menekan biaya barang dan jasa,
  5. serta dapat meningkatkan kepuasan konsumen sepanjang yang menyangkut kecepatan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan kualitas yang terbaik sesuai dengan harganya
  6. memperpendek waktu produk cycle
  7. meningatkan Value Chain
  8. meningkatkan costumer loyality
  9. dan melebarkan jangkauwan.

Secara ringkas keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai berikut :

  • Bagi Konsumen : harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
  • Bagi Pengelola bisnis : efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
  • Bagi Manajemen : peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.

Kendala Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik:

  1. Jumlah penduduk Indonesia sebanyak 220 Juta jiwa, tetapi jumlah pengguna internet di Indonesia sekitar 5-7 juta orang. Jumlah tersebut belum lagi dipecah menjadi, pengguna aktif, pengguna yang mengerti browsing (karena ada pengguna yang hanya membuka email untuk kebutuhan komunikasi), pengguna yang mengerti e-commerce, atau pengguna pemula. Kalaupun ada kelompok yang mengerti e-commerce, harus dibagi lagi menjadi, berapa orang yang nyaman berbelanja online, berapa orang yang punya kartu kredit, berapa orang yang percaya dengan kualitas, karena barang tidak dilihat lansung.
  2. Selain membuahkan hasil, bisnis di internet juga banyak yang rontok, banyak sekali pelaku bisnis di internet yang gulung tikar karena tidak sanggup bersaing dan tidak memiliki inovasi dan kreatifitas.
  3. Banyaknya kriminalitas di internet, seperti card froud (pencurian akses kartu kredit). Hal ini membuat orang konsumen malas berbelanja online. Walaupun sebagian besar toko online menerima pembayaran melalui transfer antar bank.
  4. Budaya orang Indonesia yang merasa tidak nyaman kalo berbelanja hanya dengan melihat katalog produk, tanpa menyentuh, apalagi mencoba-coba. Bayangkan saja, berapa orang ibu-ibu yang pergi ke toko butik, dan menyentuh baju atau tas, lalu coba sana dan coba sini, trus ibu-ibu tersebut bilang sama yang punya toko, “maaf pak, bajunya gak cocok sama saya”. Konon lagi konsumen e-commerce hanya mengandalkan katalog.
  5. Infrastruktur internet tidak merata di seluruh Indonesia, khususnya desa-desa. Toko anda akan buka 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Artinya setiap hari anda harus mengecek apakah ada pesan yang masuk dari konsumen anda, bayangkan kalo anda ingin berlibur ke desa, atau pulang kampung ke desa yang tidak ada akses internetnya?. Bisa jadi konsumen anda kehilangan kepercayaan terhadap toko anda. Atau mungkin anda ingin memasang plang dengan tulisan“Maaf!!! sedang berlibur ke daerah yang tidak terkoneksi internet”.
  6. Jasa kurir yang tidak terjangkau daerah tertentu. Banyak sekali konsumen yang kecewa ketika ingin memilih daerah tujuan pengiriman barang, mereka menemukan tulisan “Maaf!! tujuan pengiriman yang anda inginkan belum bisa dilayani”. Bayangkan kecewanya pelanggan anda.
3. Jelaskan model yang digunakan dalam Model Sistem Umum Perusahaan

Definisi Model : Model adalah penyederhanaan (abstraction)dari sesuatu. Model mewakili sejumlah objek atau aktivitas yang disebut dengan entitas (entity). Manajer menggunakan model untuk memecahkan permasalahan.

Model mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas.

JENIS-JENIS MODEL :

1. Model Fisik ; penggambaran entitas dalam bentuk 3 dimensi.

2. Model Naratif ; menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan.

3. Model Grafik ; menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau symbol.

4. Model matematika ; sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulannya, ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.

KEGUNAAN MODEL :

1. Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.

2. Mempermudah Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan pada orang lain.

3. Memperkirakan Masa Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.



MODEL SISTEM UMUM”

Sistem Fisik :

merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.

Arus sumber daya fisik yang mengalir :

· Arus material.

Material-material input diterima dari pemasok bahan baku dan komponen rakitan. Material

ini disimpan di tempat penyimpanan sampai dibutuhkan dalam proses transformasi.

· Arus personil.

Input personil berasal dari lingkungan. Calon pegawai berasal dari masyarakat setempat dan mungkin dari serikat buruh pesaing. Input personil ini biasanya diproses oleh fungsi sumber daya manusia, kemudian ditugaskan ke berbagai bidang fungsional.

· Arus mesin.

Mesin-mesin diperoleh dari pemasok, dan biasanya berada di perusahaan untuk jangka waktu lama (3 – 20 tahun atau lebih). Namun, akhirnya semua mesin dikembalikan kepada lingkungan dalam bentuk tukar tambah dengan model baru, atau sebagai rongsokan.

· Arus uang.

Uang terutama diperoleh dari para pemilik, yang menyediakan modal investasi, dan dari para pelanggan perusahaan yang memberikan pendapatan penjualan. Sumber lainnya mencakup lembaga keuangan,


2. Sistem Konseptual,

Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut“Lingkaran Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.

a. Sistem Lingkaran Terbuka.

Adalah suatu sistem tanpa lingkaran umpan balik atau mekanisme pengendalian.

Perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan sistem terbuka, tetapi umpan balik dan mekanise pengendaliannya tidak bekerja sebagaimana mestinya.

b. Sistem Lingkaran Tertutup.

Adalah suatu sistem yang memiliki lingkaran umpan balik dan mekanisme

pengendalian. Sistem tersebut dapat mengendalikan output-nya dengan membuat penyesuaian-penyesuaian pada input-nya. Hal tersebut ditunjukka Pengendalian Manajemen; pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output

sistem. Pengolah Informasi; Perjalanan informasi tidak selalu dari sistem fisik kepada manajer. Para manajer memperoleh informasi dari sistem yang menghasilkan informasi dari data yang terkumpul.

4.Apa yang anda ketahui tentang konsep Management By Exception,jelaskan

Management by exception

Standar dikombinasikan dengan output informasi dari pengolah informasi, memungkinkan manajer untuk melaksanakan management by exception.Management by exception adalah suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktivitas hanya jika aktivitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima. Agar manajer dapat mempraktekan management by exception, harus ditetapkan standar dalam bentuk batas atas dan batas bawah kinerja yang dapat diterima.

Management by exception memberikan tiga keuntungan dasar, yaitu :

1. manajer tidak membuang-buang waktu untuk memantau aktivitas yang berlangsung secara normal.

2. karena lebih sedikit keputusan yang dibuat, tiap keputusan dapat memperoleh perhatian lebih menyeluruh.

3. perhatian dipusatkan pada peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.

Namun terdapat pula sejumlah kendala yang harus diketahui, yaitu :

  1. beberapa jenis kinerja bisnis tertentu tidak mudah ditentukan secara kuantitas sehingga standar tidak dapat ditetapkan.
  2. suatu sistem informasi yang memantau kinerja secara akurat sangat diperlukan.
  3. perhatian harus terus diarahkan pada standar untuk menjaga standar pada tingkat yang tepat.
  4. manajer tidak boleh pasif dan hanya menunggu batas kinerja lewat. Manajer harus bertindak memecahkan suatu permasalahan sebelum situasi menjadi tidak terkendali.

Management by exception merupakan kemampuan dasar yang disediakan CBIS. Dengan membiarkan CBIS memikul sebagian tanggung jawab memantau sistem fisik, waktu manajer dapat digunakan secara efektif.



Rabu, 11 November 2009

Perbedaan sistem Operasi Windows dengan Linux

Instalasi dan Kelengkapan Program

Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin Anda hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya. Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux disertai dengan banyak program didalamnya. Setelah diinstal, Anda akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program. Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll. Dengan waktu instalasi yang hampir sama, Anda bukan hanya mendapatkan suatu sistem operasi tetapi juga semua program yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari di Linux.Konfigurasi Sistem

Anda mungkin sering mendengar di Linux Anda perlu menyunting file secara manual melalui command line. Sebagian berita ini benar, tetapi dengan PCLINUX Control Center konfigurasi sistem bisa Anda lakukan semudah point n click. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang sudah siap pakai. Sebagai contoh, browser Internet telah disertai dengan sejumlah plug-ins. Tidak perlu men-download dan menginstal plug-ins flash ataupun yang lainnya.

Hardware Support

Anda sering mendengar suatu hardware tidak bekerja di Linux. Hal ini terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.

Menangani Crash

Linux secara umum terlihat sebagai sistem operasi yang stabil. Dan jika Anda membandingkan Linux dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Windows XP – jika Anda mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik – akan cukup stabil.

Dan seperti halnya dengan Windows, suatu saat Anda juga akan menemui masalah di Linux. Sekalipun jarang, tetapi program yang crash atau hang bisa saja terjadi. Ini adalah suatu fakta dari kehidupan di dunia komputer.

Sekalipun demikian ada beberapa perbedaan di Windows dan Linux. Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan Anda dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah. Dan jika sistem grafis yang terkunci, Anda bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Anda juga mempunyai pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti Anda tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.

1. Shortcut

keyboard di Linux saya gak apal, tapi bisa kamu baca petunjuknya di SuSE Help Center yang ada iconnya. Di distribusi (distro) lainnya juga serupa. Atau bila di program aplikasi misalnya di
OpenOffice, bisa kamu baca melalui tombol "HELP" dan biasanya juga bisa kamu
temukan di dalam tombol dropdown di atas (jajaran tombol "File",
"Edit", "Format", "View", dll, setelah
di-klik)

Perbedaan utama distro yang satu dengan lainnya terletak pada versi kernel. Kernel itu program utama (inti) dari Sistem Operasi. Semua fitur Sistem Operasi dikendalikan di sini.
Termasuk fitur VGA dan bluetooth (kalo ada).
Perbedaan lainnya terletak pada paket program
apa aja yang akan di-instalasi.
Selain itu–setau saya–bedanya ada di gambar (icon) atau
fitur-fitur yg di-setting (diaktifkan).


Keunggulan GNU/Linux dibanding Windows?

# Open Source. Kode-kode program-nya terbuka. Bisa kita pelajari, dan bisa kita setting semaunya.
# bisa milih distro yang gratis (sebab ada juga lo yg dijual alias diharuskan membayar ratusan ribu).
# paket program-nya hampir bisa dikatakan lengkap banget. Mau belajar Multimedia bisa. (Ada program Blender kayak Dreamweaver, ada Gimp kayak Photoshop, ada Digikam untuk kamera digital). Mau belajar pemrograman Visual Basic? Ada Gambas. Tapi Gambas ini gak kompatibel dan gak bisa dijalanin di Windows. Bahasa-bahas pemrograman lain juga ada.Tapi beberapa compiler masih dalam tahap pengembangan (belum sempurna).

Contohnya untuk compiler semacam Delphi.

#Perlu diketahui, program-program yg dibuat utk Windows gak bisa dijalanin di Linux. Kecuali dibikin versi Linux-nya oleh perusahaannya. Contohnya Adobe Photoshop. Di majalah InfoLinux, beberapa program terbukti bisa dijalanin pake Wine. Saya lupa Adobe Photoshop versi mana yg udah dijajal (kayaknya sih versi CS). Juga beberapa game Windows
contohnya
Nexia dan Counter Strike.
Yang keempat, grafis desktopnya indah nggak kalah ama Windows dan
Mac-OS.
#
lisensinya GPL bukan bajakan, sehingga Halal untukdi-copy ulang.

User Interface


Di Windows, Anda tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 Anda hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Anda sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena Anda bisa berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan. Di Linux, Anda bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat Anda sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja Anda. Sebagai misal, pada komputer yang lambat Anda bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox.
Atau jika Anda menyukai gaya Mac, Anda bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika Anda terbiasa di Windows dan memiliki komputer yang cukup cepat, Anda bisa memilih desktop KDE. Dengan KDE, Anda masih bisa memilih untuk menggunakan gaya Windows XP ataupun Windows Vista. Pilihan dan variasinya sangat banyak di Linux, Anda bisa mengatur sesuai dengan favorit Anda.

Sekuriti dan Virus

Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering Anda temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyak virus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar.
Sekalipun tidak sepenting di Windows, Anda tetap bisa menemukan program-program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools > KlamAV.

Spyware

Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan data Anda ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing.Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu kredit, dan tindakan negatif lainnya.
Tidak banyak program spyware yang menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus. PCLinux telah menyediakan pre-instal Firewall untuk melindungi sistem Anda dan bisa diaktifkan melalui PCLinux Control Panel.

Partisi Harddisk


Linux tidak mengenal penamaan drive C: untuk suatu partisi. Semua drive disatukan dalam suatu sistem penyimpanan yang besar. Folder /mnt merupakan tempat untuk mengakses semua media yang ada di komputer, baik partisi lain, CD-ROM, Floppy, ataupun FlashDisk.
Belakangan KDE telah memperudah akses ke media dengan menyediakan sistem Storage
Media yang dapat diakses melalui My Computer ataupun file manager Konqueror.

Penamaan File

Linux menggunakan “/” untuk memisahkan folder dan bukannya “\” yang biasa digunakan DOS/Windows. Linux bersifat case-sensitive, ini berarti file “Hello.txt” berbeda dengan file “hello.txt”. Linux juga tidak terlalu memperhatikan ekstensi file. Jika Anda mengubah nama file “Hello.txt” menjadi “Hello”, Linux masih tetap mengetahui bahwa file ini adalah suatu teks. Dan ketika Anda mengklik file “Hello”, Linux secara otomatis tetap akan membuka program editor teks.

Kemudahan dan Keamanan

Seperti yang sudah diketahui, bahwa sebagai user biasa (bukan Root) tidak bisa menulis file di sembarang folder. User biasa hanya memiliki akses tulis di folder home mereka. Sebagai user biasa, tidak akan bisa mengubah bagian penting dari sistem Linux. Ini memang terkesan terlalu membatasi dan merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih aman, karena hanya orang tertentu yang mempunyai akses Root saja yang bisa menyentuh sistem. Bahkan virus pun tidak bisa dengan mudah menyentuh sistem Linux. Itu sebabnya kita tidak banyak mendengar adanya virus di Linux.
Itu sebabnya di Linux, tidak disarankan menggunakan user Root untuk keperluan sehari-hari. Buatlah minimal 1 user untuk setiap komputer dan hanya pergunakan Root untuk keperluan administrasi sistem.

Hal ini berbeda jauh dengan Windows yang sangat rentan dengan virus. Ini terjadi karena user biasa di Windows juga sekaligus mempunyai hak sebagai administrator. Kebanyakan pemakai Windows tidak mengetahui hal ini, sehingga sistem mereka sangat rentan dengan serangan virus. Windows Vista sekarang telah mengadopsi sistem sekuriti Linux ini.

Defragment

Di Linux tidak akan ditemukan program untuk men-defrag harddisk. Tidak perlu melakukan defragment di harddisk Linux! Sistem file Linux yang menangani ini secara otomatis. Namun jika harddisk sudah terisi sampai 99% akan mendapatkan masalah kecepatan. Pastikan terdapat cukup ruang supaya Linux menangani sistemnya dan tidak akan pernah mendapatkanmasalah deframentasi.

Sistem File

Windows mempunyai dua sistem file. FAT (dari DOS dan Windows 9x) dan NTFS (dari Windows NT/2000/XP). Anda bisa membaca dan bahkan menyimpan file di sistem FAT
dan NTFS milik Windows. Hal ini tidak berlaku sebaliknya, Windows tidak akan bisa membaca atau menyimpan file di sistem Linux.